Friday, 5 August 2016

Kisah yang Belum Sempat Kutulis


Aku punya kisah yang belum sempat kutulis
Masih tesimpan rapi di dalam hati.
Aku mencoba mendiamkannya
Mencari saat tepat untuk bisa mengangkatnya lewat puisi.
Tapi sekali kucoba menuliskannya, hilang semua Yang Maha Ada.
Aku masih tak dapat menuliskannya,
bahkan dengan tinta sebanyak air di lautan
Dengan pena seluruh reranting yang patah.
Tak mampu aku membahasakannya.

Aku masih berada dalam renungan dalam tentang-Mu.
Saat-saat dingin merobek sisi terluar dari kulitku
Dalam perjumpaan yang menggairahkan pada setiap malam
Aku hanya tertunduk dengan pena yang masih terselip di antara ibu dan telunjuk jariku.
 
2016

Tuesday, 12 July 2016

Tak Terdengar







Aku harus diam di balik tetesan hujan sore ini
Meski dingin terus menyergap hati
Saat rangkaian senyum tak pernah terurai

Aku harus diam dan menyendiri dalam sepi
Sambil menari nari bersama angin bahari

Aku harus diam saat khayalku mulai terprovokasi
Atas bisikan angin yang ingin membawaku pergi

Aku harus diam meski kutahu semuanya palsu belaka
Hanya retorika yang tak sampai logika

Aku harus diam saat kusadar pilihanku ternyata salah
Bahkan dalam kebisuanku, mereka berbahagia
Nangkring jadi penjabat daerah!
Kini aku bisu karena dibisukan.
2015

Monday, 4 July 2016

Film yang Belum Selesai



aku sedang membayangkan kau
sedang berada di pemutaran film ini
disaksikan oleh banyak pasang mata
beradu dalam pergolakan darah
yang tak berkesudahan.

seketika kau tersenyum. tapi kau enggan berbalik ke arahku
aku memanggilmu dari balik layar bioskop ini
tapi kau tetap setia memainkan peranmu.

aku pun masih setia dalam kesabaranku
sesabar menanti selesainya tokoh yang kau wakilkan
hingga ketika kau membuka tirai itu
petanda selesainya film, lalu
matamu memeluk seluruh kursi di hadapanmu.

dan kau mendapatiku.
 tidak lagi menemui saya.


                                                                                       April, 2016

‪#‎MgP‬

Sunday, 3 July 2016

Perhatian Tak Cukup dengan Menulis (Status)

Perhatikanlah seseorang yang memerhatikanmu. Sebab sekali saja kau tidak berbalik ke arahnya, maka ia akan marah. 

Marahnya adalah ungkapan bahwa ia peduli. Sebuah pembuktian itu perlu. Jika kau punya pasangan, dan ia sedang ada jarak denganmu, maka perhatikanlah ia. Ia ingin tahu, kau baik baik saja di sana?

Ya, meski kau seorang penulis, mungkin, kau tetap perlu memerhatikannya. Bukan dengan sibuk menulis dan membaca. Itu bukan alasan yang ber-perasa-an, baginya. Ya, bagi pasanganmu. Ia akan tetap menanti perhatian dalam bentuk nyata. Saat suaramu benar benar menggetarkan hatinya dan seketika itu di dalam hatinya ia berkata: "Alhamdulilllah.. ia baik baik saja." dengan senyum lega ia juga sesungguhnya sedang berdoa untukmu.

Mamuju, 3 Juli 2016

Definisi Membaca

Membaca adalah upaya diam diam untuk mengetahui pendapat umum yang disembunyikan.
Dan hanya penulislah yang berani bicara dari tulisannya dengan membahasakan bahasa yang tak bisa dibahasakan dengan suara-suara di luar bahasa.
- MgP

Saturday, 2 July 2016

Seuntai Kata tentang Jarak, untukmu yang Menyimpan Rindu


"Jika kepulanganmu ke kampung halaman adalah hal baik untukmu, maka pulanglah, jangan tunggui aku yang tak jelas ini.
Sebab keluargamu lebih membutuhkanmu daripada aku, meski aku selalu berdusta dalam hal seperti ini.

Jika kesepian merenggut batinmu, maka tulislah puisi indah atas namaku di dalam diarymu dan jangan ditahan air mata itu jika ia meronta ingin keluar.
Sebab hanya dengan itu kau mengobati sepimu, saat aku belum sempat hadir merangkai cahaya, membalut sepi dengan sentuhan hangatnya cerita terbaru yang kusiapkan untuk kau dengar.

Kau seharusnya berterima kasih atas perpisahan sementara ini, karena antara kau dan aku sama-sama tak ditakdirkan untuk mengetahui apa maksud Tuhan di antaranya -yang kita berdua tahu- punya sifat (Yang) Maha Tahu.
Sebab sebaik-baik jarak adalah permainan pikiran. Kau bisa meminta pikiranmu untuk melukis rindu, sepi, keduanya atau tidak keduanya.
Dan kelak pasti kauakan tahu rasanya saat kita disatukan kembali dalam sebuah pertemuan. Karena ketahuilah, sejatinya tak ada sebutan 'waktu menua', seperti mustahilnya ada kalimat 'rindu akan sirna karena waktu', apalagi ketidak-mungkinan adanya perasaan 'lelah penantianku karena kamu selalu memberi harapan palsu'."

Mamuju, 29 Juni 2016

Seuntai Kata tentang Jarak, untukmu yang Menyimpan Rindu


"Jika kepulanganmu ke kampung halaman adalah hal baik untukmu, maka pulanglah, jangan tunggui aku yang tak jelas ini.
Sebab keluargamu lebih membutuhkanmu dari pada aku yang membutuhkanmu, meski aku selalu berdusta saat dalam hal seperti ini.

Jika kesepian merenggut batinmu, maka tulislah puisi indah atas namaku di dalam diarymu dan jangan ditahan air mata itu jika ia meronta ingin keluar.
Sebab hanya dengan itu kau mengobati sepimu, saat aku belum sempat hadir merangkai cahaya, membalut sepi dengan sentuhan hangatnya cerita terbaru yang kusiapkan untuk kau dengar.

Kau seharusnya berterima kasih atas perpisahan sementara ini, karena antara kau dan aku sama-sama tak ditakdirkan untuk mengetahui apa maksud Tuhan di antaranya -yang kita berdua tahu- punya sifat (Yang) Maha Tahu.
Sebab sebaik-baik jarak adalah permainan pikiran. Kau bisa meminta pikiranmu untuk melukis rindu, sepi, keduanya atau tidak keduanya.
Dan kelak pasti kauakan tahu rasanya saat kita disatukan kembali dalam sebuah pertemuan. Karena ketahuilah, sejatinya tak ada sebutan 'waktu menua', seperti mustahilnya ada kalimat 'rindu akan sirna karena waktu', apalagi ketidak-mungkinan adanya perasaan 'lelah penantianku karena kamu selalu memberi harapan palsu'."

Mamuju, 29 Juni 2016

Jurusanmu adalah Takdirmu



KADANGKALA takdir juga ditentukan di mana (jurusan) kita lulus. Walau harapan awal tak sepenuhnya berada pada pilihan itu. Ini membuktikan, sepertinya ada "tangan" lain yang berperan penting.

Urusan pendidikan di perguruan tinggi, akan membawa dampak dengan derajat manusianya jadi lebih tinggi (disegani di hadapan orang sekitarnya dan di hadapan Tuhannya. Tidak termasuklah bagian mereka yang disegani karena memeroleh jabatan tinggi-itu segan yang palsu).

Ini tergantung pada manusianya: Berapa banyak buku yang ia "baca" dengan penuh konsentrasi dan ia mampu me"nulis"kannya.
Saya pikir demikian.
*

Saya pernah merasakan saat pengumuman tiba, namaku dinyatakan: "Maaf, Anda tidak lulus." Saya pikir selain karena kesalahan penempatan jurusan, juga karena doanya orang-orang yang dekat denganku hari ini. Upaya terbaik-setidaknya menurut saya-adalah dengan selalu menulis apa pun yang kita rasakan. Entah itu karena lulus atau pun belum lulus.
*

Selamat kepadamu yang lulus. Memang pengalaman itu penting. Lulusmu adalah takdirmu. Tapi apakah kau mau mengambilnya? Terserah padamu, berdoalah!

Mamuju, 28 Juni 2016

*Tulisan ini spesial kutujukan pada adikku, Sakina A.P. atas kelulusannya di UNM (Pendidikan Biologi Internasional).

Saturday, 18 June 2016

Diam dalam Dosa



Liang derita di batu nisan
Tak bergerak; diam
Penuh bisu dalam keheningan.

Aku teringat akan dosa
Saat tubuh tak bergerak; kaku
Dalam lantunan suara adzan.
Yang memanggil
Begitu syahdu
Begitu peka
Tuk menolong diri dan jiwa

Akankah aku berpindah
Dari tempat duduk manisku saat ini?

Atau terus berbuat
Tanpa mengerti makna
Dari sebuah pesan
Yang baru saja terdengar
Oleh indra dari Sang Pencipta?

Sungguh aku berdosa!

                              Mei 2015
Source : www.deoluakinyemi.com

Sunday, 5 June 2016

Persetujuan yang Tak Akan Pernah Kusetujui



Gegara henpon kerenmu pula, kau memperlihatkan yang seharusnya tak terlihat. Di depan mata maya. Saya tahu, imajinasimu terlalu liar, anganmu lebih bijaksana daripada novel yang kubaca.
*
Dan kini saya harus pura-pura tutup mata, tak pernah tahu makna lirik lagu di henponku yang selalu kau putar dulu, hingga kini, dan aku pun masih setia mendengarnya. Tapi, dengan linangan airmata.