Recent posts

Sang Penulis Sejati



Menuliskan bumi untuk dipijak manusia dan alam
Menuliskan langit sebagai pelindung bumi
Menuliskan dunia dan akhirat sebagai konsekuensi
Menulis mimpi nyata pada sebuah kalam

Ada tanda-tanda yang diberi kata sandi
Ada ungkapan-ungkapan menjelma suara
Ada syair rahasia yang ditulis dengan pena Ilahi
Tersurat dan tersirat di alam dunia

Yang hanya mampu dinalar oleh manusia pemilik akal
Yang hanya mampu ditelaah oleh manusia pemilik hati
Yang hanya mampu diterjemahkan oleh jiwa-jiwa perindu ilahi

Maka bacalah; IQRA'
Semua saling terkait dalam bingkai harmonisasi
Untuk mencipta keseimbangan atmosfer bumi
Bumi untuk manusia
Alam hanya menjadi unsur penyelaras dalam kesempurnaan mamusia

Maka berpikirlah;
"Sudahkah kita membaca tulisan dari Sang Penulis Sejati?"
Tanyaku, dalam kehingan di sepertiga malam.

M Galang Pratama
source : www[dot]therealwriter[dot]com


Gowa, 4 Juni 2015


*Puisi ini pernah dimuat di Rubrik KeKeR Harian Fajar, 13 Juni 2015

Skenario Tuhan



Saat formulasi kata terurai dalam bingkisan kisah
Yang terbalut kertas kusam berwarna merah
Ada skenario rahasia yang sengaja dicipta
Lewat tokoh nyata diantara Tuhan, dia dan kita

Inginkah hati mengejewantahkan cerita
Sekiranya ada cinta yang membawa derita ?
Yakinlah itu hanya sebuah dinamika kisah nyata
Telah termuat dalam kitab dan skenario-Nya
Yang telah dimulai oleh Adam dan Hawa sejak dahulu kala

Gowa, 19 September 2015

Puisi M Galang Pratama
source : www[dot]mynewhitmanwriters[dot]com

Penantian



hitunglah satu persatu
air mata yang jatuh
bercucuran di pipimu
ia bagai mahkota sendu
yang meramu pilu
sebab jiwa tersapu malu

maka lenyaplah penantian itu
jika kaupilih aku
jangan biarkan resah nan ragu
menyelimutimu

yakinlah, kau kasihku
pada Tuhanmu jualah
aku mengharap.

Gowa, 09 September 2015


Source : abstract[dot]desktopnexus[dot]com

Benteng Ujung Pandang



Empat abad berdiri kokoh di tanah Gowa
Megah dengan tembok batu padas raksasa
Sebagai markas pertahanan daerah
Menjaga mahkota ‘emas’ sang raja
Agar tak beralih ke tangan penjajah.

Benteng eksotis menyimpan bukti sejarah
Perlawanan kerajaan Gowa-Tallo dahulu kala
Benteng berbentuk penyu raksasa
Kuat di darat juara di laut, filosofinya.

Empat kaki mencengkeram tanah
Dengan kepala menghadap muara
Tampak jelas formulasi berganda
Siaga melahap penjajah sumber daya.

Benteng Penyu, benteng Ujung Pandang
Masih kekar berdiri hingga sekarang
Menjadi situs peninggalan para pahlawan
Bagi generasi muda dan kaum pendatang.

Lantangkan namamu, bahwa kau 
benteng Ujung Pandang
Bukan Fort Rotterdam. 
Sebab Nederland,
sudang lama berpulang.

Makassar, 13 Juli 2015

Source abstract[dot]desktopnexus[dot]com

Kisah yang Belum Sempat Kutulis


Aku punya kisah yang belum sempat kutulis
Masih tesimpan rapi di dalam hati.
Aku mencoba mendiamkannya
Mencari saat tepat untuk bisa mengangkatnya lewat puisi.
Tapi sekali kucoba menuliskannya, hilang semua Yang Maha Ada.
Aku masih tak dapat menuliskannya,
bahkan dengan tinta sebanyak air di lautan
Dengan pena seluruh reranting yang patah.
Tak mampu aku membahasakannya.

Aku masih berada dalam renungan dalam tentang-Mu.
Saat-saat dingin merobek sisi terluar dari kulitku
Dalam perjumpaan yang menggairahkan pada setiap malam
Aku hanya tertunduk dengan pena yang masih terselip di antara ibu dan telunjuk jariku.

2016

Source : clipartkid[dot]com

Tak Terdengar




Aku harus diam di balik tetesan hujan sore ini
Meski dingin terus menyergap hati
Saat rangkaian senyum tak pernah terurai

Aku harus diam dan menyendiri dalam sepi
Sambil menari nari bersama angin bahari

Aku harus diam saat khayalku mulai terprovokasi
Atas bisikan angin yang ingin membawaku pergi

Aku harus diam meski kutahu semuanya palsu belaka
Hanya retorika yang tak sampai logika

Aku harus diam saat kusadar pilihanku ternyata salah
Bahkan dalam kebisuanku, mereka berbahagia
Nangkring jadi penjabat daerah!
Kini aku bisu karena dibisukan.
2015

Source : noisetrade[dot]com