Skip to main content

Posts

1 Syawal 1442 H

1 Syawal 1442 Hijriah tahun ini jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Lebaran idulfitri tahun ini saya, istri dan Iqra berlebaran di kampung mertua, di Anassappu Bontonompo.  Untungnya, Bontonompo masuk wilayah Kabupaten Gowa, sehingga tak ada larangan untuk masuk ke kampung ini.  Berbeda halnya ketika ingin keluar kota lainnya seperti Jeneponto, atau Pangkep. Apalagi tempat orang tua saya berada di Mamuju, Sulawesi Barat. Perbatasan menuju ke daerah tersebut sudah tutup sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Hal ini sesuai edaran pemerintah tentang pelarangan mudik Larangan Mudik Pemerintah melakukan pelarangan mudik yang berlangsung 6-17 Mei ini guna menekan laju penyebaran Covid-19 dan memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi, sebagaimana yang saya kutip dari Surat Edaran (SE) Satgas No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Covid-19. serta SE No. 34/2021 yang merupakan perubahan dari SE sebelumnya No. 26/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjala

Panasnya Membikin Panas

BEBERAPA hari terakhir, cuaca kota Makassar dan Gowa sangat cerah. Saking cerahnya, masih pagi sekali sekitar jam 7, panas matahari sudah masuk ke sela sela pintu rumah yang menghadap ke timur. "Sudah dua hari pakaian di mesin cuci, takut ka jemur, ka panas sekali," kata perempuan yang kusebut istri. Panas matahari di siang hari dan dingin di subuh hari barangkali menjadi sebab terbesar datangnya penyakit.  Tidak sedikit keluarga dan tetangga yang terdampak. Terakhir, Iqra, anak saya. Suhu badannya mencapai 39,0 derajat, kemarin. Tak cuma demam, banyak pula yang tertimpa beberapa gejala seperti sakit kepala dan influenza.  Cuaca ekstrem seperti ini baru lagi terjadi setelah beberapa pekan lalu kota ini dihantam curah hujan tinggi dan badai angin yang menumbangkan pepohonan. Satu pesan dalam menghadapi perubahan cuaca seperti ini. Tetap sehat, kawan. 🙂 Kata praktisi kesehatan:  Konsumsi makanan yang benar benar masak dan mengandung vitamin. Jangan jajan sembarangan.  Terakhi

Anniversary 3 Tahun Ainun & Galang

Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kebersamaan dalam suka dan duka mengarungi bahtera rumah tangga.  Tiga tahun ini menyisakan banyak sekali cerita. Hingga sebuah tanggungjawab diberikan di tengah tengah keluarga kecil kami: I qra Hafiz Firdaus. Kini, Iqra yang berusia satu tahun satu bulan itu menunjukkan perkembangannya tiap hari. Ia mulai jalan, berkomunikasi, ber eksplorasi ke pekarangan rumah.  Mungkin ia sedang mencari daerah yang lebih luas untuk sekadar berjalan ke sana ke mari. Syukurnya, di depan rumah ada halaman luas buat ia berlari lari. Terima kasih, ya Allah, terima kasih buat orang tua, Bapak dan Ibu.  Buat Ainun, Terima kasih telah memberi segalanya. Memberi perhatian dan kasih sayang kurang lebih tiga tahun ini. Mengatur rumah dan segala isinya. Membiarkan agar seluruhnya bisa stabil. Termasuk bagian krusial: mengatur ekonomi. Saya bukan orang yang pandai, oleh sebabnya saya bersyukur ketika diberi seorang wanita yang pandai banyak hal.  Bagaimana mungkin saya

Perkataan Tetangga yang Banyak Tak Perlu Kau Dengar

 Memang.. begitu tetangga, sayang.  Kita yang kerja, mereka yang banyak bicaranya dan ambil pusing dengan apa yang kita kerja. Saya jadi ingat pesan orang bijak. Dia bilang begini. Orang bahagia itu ciri cirinya, tidak akan pusing dengan (masalah) orang lain. Alias, ia tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Pikirnya, itu hanya buang buang waktu. Sudah jelas bahwa orang yang masih mencampuri urusanmu, artinya mereka? Tidak / belum bahagia. Selesai.

Riwayat pohon kelor pemberian tetangga

6 November 2020.  Masih pagi sekali, saya diminta sama istri untuk cari daun kelor untuk dibikin sayur. Lalu saya pun berjalan sekitar rumah.  Kebiasaan tiap pagi, saat anak baru bangun (sekitar jam 6), saya mengajaknya jalan jalan keluar rumah. Saya lalu berhenti di rumah tetangga. Melihat seseorang sedang membersihkan pohon di halaman rumahnya. Saya menyapanya. Ia juga menemani saya bercerita. Saya masih teringat pesan istri di rumah: "Cari kelor." Ahha. Melihat seseorang itu punya pohon kelor, saya lalu bertanya padanya. "Kakek, boleh minta kelor ta'?" "Oh iye', Nak. Ambil miki'." Dia dengan senang hati menyuruhku masuk ke pekarangan rumahnya yang dipenuhi banyak pohon. Salah satunya, pohon kelor. "Saya baru saja pangkas itu pohon, sudah banyak tadi diambil sama tetangga juga," katanya sambil memberikan saya tangga untuk naik ke pohon kelornya. "Akhirnya saya telah memenuhi satu tugas," kataku dalam hati. Sebelum pamit

Pesan buat anakku: Jangan malu dipeluk ayah sama ibuq, meski kamu sudah remaja

SUATU  saat nanti ketika Iqra sudah besar saya akan ceritakan ke dia, tentang ada satu tahun orang orang diwajibkan pakai masker sama negara. bahkan ada istilah #sweepingmasker.  Di tahun itu orang orang hidup penuh ketakutan, kekalutan, dan penuh kecemasan terhadap ekonomi yang makin hari makin tidak jelas. 2020: tahun yang kelam   Tahun yang orang orang di dalamnya didera banyak kebingungan, saling curiga, depresi, lelah dan sakit mental lainnya. Iqra, anakku. saat kau besar dan sudah bisa membaca, mungkin kamu akan baca tulisan ini. apakah kamu sudah mengerti atau belum, tidak masalah. Iqra harus paham. di tahun ini, meski setiap orang telah diperintahkan jaga jarak, tetapi, jaga jarak tak berlaku lagi di beberapa acara pengantin, beberapa masjid, dan di jalanan saat demo sedang terjadi. padahal sebelumnya semua itu dilarang. Semua ada masanya, Nak. orang orang di penghujung tahun 2020 ini mulai lelah. mereka sudah tujuh bulan dirongrong pemberitaan yang itu itu saja. tempat hiburan

Iqra, Kakek Sila dan Topinya

DI suatu sore yang dingin selepas hujan di hari Jumat, Iqra (7 Bulan) keluar rumah. Kali ini Iqra ingin jalan jalan di sekitar halaman rumah.  Saat asyik digendong Ayahnya, Iqra melihat Kakek Sila lagi perbaiki ronda yang terletak pas di samping rumah. Iqra menunjuk benda kecil di atas kepala Kakek: Topi.  Tak lama kemudian, Ibu Iqra masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan benda kecil seperti yang dipakai Kakek. Lalu, Iqra pun memakai topinya.  Beginilah ekspresinya saat difoto bersama Kakek. Sungguminasa, 9/10/2020 Foto: Galang

Posyandu Kelurahan Batangkaluku

HARI ini, Sabtu 3 Oktober 2020, dilaksanakan Posyandu di kelurahan Batangkaluku.  Anak saya, tujuh bulan yang imunisasinya sudah lengkap, harus tetap kontrol kesehatan.  Salah satunya adalah penimbangan berat badan.  Alhamdulillah, berat badan bayi pertama saya ini meningkat dari bulan sebelumnya. Naik sebesar 3 ons. Sekarang berat Iqra Hafiz Firdaus adalah 7,3 kg. Saya ingin cerita sedikit tentang layanan Posyandu di lingkungan tempat tinggal saya. Selamat membaca, semoga bermanfaat. Apa itu Posyandu Posyandu Kel. Batangkaluku (Foto: Dok. Pribadi) POSYANDU atau Pos Pelayanan Terpadu atau Pos Pelayanan Keluarga Berencana - Kesehatan Terpadu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan (Wikipedia).  Posyandu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (PKBM).  Dasar aturan diselenggarakannya ini yang terakhir adalah Permenkes Nomor 8 tahun 2019 tentang pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. D

Alvokad Kocok

KAMIS sore, 1 Oktober 2020.  Sepulang dari mengirim paket buku di kantor JNE cabang Sungguminasa Gowa, saya singgah di outlet Alvokad Kocok Duo Big cabang Sungguminasa Gowa. Kebetulan istriku yang tengah menyusui anak pertama yang baru berusia tujuh bulan, butuh nutrisi dari buah Alpukat.  Pilihan pun jatuh kepada Alpukat Kocok.  Alasan pertama, karena simpel. Kedua, saya sudah pernah mencobanya dan enak. Akhirnya lama kelamaan outlet ini pun jadi salah satu incaran ketika haus dan lapar melanda tapi hanya ingin mengonsumsi buah. Yap.  Varian Rasa Toping Beragam Berbulan bulan sebelumnya, kami sudah mencoba beberapa varian dari alpukat kocok duo big ini. Terutama karena disediakan toping yang beragam. Seperti Oreo, Milo, Cokelat, Nangka, Keju dan Original. Semuanya mantap. Apalagi karena Alpukat Kocok ini ternyata punya cabang di beberapa kota. Artinya sudah punya brand tersendiri.  Kejadian yang Tak Terlupakan Saya ingin lanjutkan dulu bagian tulisan awal di atas.  Tepat di sore tan

Kunjungan dari Rumania

Rumania | Source: https://id.maps-bucharest.com/ PERNAH ada kunjungan yang tiba tiba masuk ke situs blog ini.   Saya heran, mengapa ada banyak kunjungan dari negara Rumania?  Saya melihat, peningkatan trafik blog lebih dari 100%. Memang, pada dasarnya ada satu postingan blog yang mengalami peningkatan drastis tiap harinya. Saya sadar, kunjungan blog ini tidaklah banyak pada hari biasa. Oleh karenanya, ketika statistik blog ini meningkat, saya jadi heran. Akhirnya saya cari tahu ke Om Google. Mencoba menelusuri jejak jejak negara Rumania dan Indonesia . Apakah terkait bahasa, sosial, politik, budaya, atau sejarah. Setelah saya menelusuri, saya tak mendapat apa apa. Ya iya, bahasanya saja beda. Bagaimana saya mau tahu lebih jauh, kan..  Namun, ada satu hal yang saya dapat.  Aktivitas tentang Keindonesiaan di Rumania Ini berasal dari website kementerian luar negeri . Lebih tepatnya dari Kedutaan Besar RI di Bucharest, Rumania (Merangkap Republik Moldova). Ternyata, selama empat bulan ter

Jakob Oetama

WAKTU SMA, agak sulit mendapat koran di Mamuju, Sulbar. Tapi pas masuk di Gowa dan resmi jadi maba, baru bisa ke gerai koran, duduk duduk. ya, awalnya cuma duduk duduk sambil makan kue (kebetulan penjual koran ini dulu selain jual koran, ikan bitte, juga menjual kue kue seperti jalangkote, pawa, cantik manis, dll) tapi lama kelamaan, sedikit melirik ke halaman pertama sebuah koran yang sengaja dipajang (ada yang buat dijual, ada yang bisa dibaca)  Seringkali, kalau ada kuliah jam 11, pasti datang terlambat, karena buru buru pulang dari gerai ini, ke rumah buat mandi, lalu ke kampus.  Paling sering, kalau hari libur, seperti hari minggu. betah berlama lama di gerai koran, membaca beberapa koran yang ada. terutama membaca halaman sastra/budaya. tak jarang meski ongkos baca koran hanya dua ribu rupiah, harus merogoh kocek lagi buat membawa pulang ke rumah koran yang disukai. Koran Kompas Tak seperti kebanyakan koran nasional, barangkali hanya koran Kompas yang sering ditemui di gerai kor

Om saya dan amplop easy shopping

SORE yang dingin, om saya dengan buru buru turun dari motornya. Ia membuka amplop yang bertuliskan namanya. Om mendapat amplop itu di kantornya. "Hanya ada satu nama Muhtar di kantor, itu saya," ujarnya Senin (31/08/2020). Lalu ia membuka paket yang di luarnya dibungkus dari kantongan berwarna hitam itu.  Ia mendapat kupon hadiah senilai 1 miliar. Tertera di amplop itu. Easy Shopping P.O. Box 6688, Slipi Jakarta Barat 11410 Di bawahnya ada tulisan warna merah tertulis:  NOMOR KEMENANGAN DISETUJUI Dengan font huruf kapital semua dan berwarna merah. Di bawahnya lagi tertulis  "Pengiriman bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia" ANEHNYA Di belakang amplop, ada alamat website. www.easyshopping.id. Yang kalau Anda ketik di pencarian, tidak akan ketemu. Website rusak! Tak dapat ditemukan.  (Kok perusahaan tidak punya website?) pikir saya dalam hati.  Apalagi, merk Easy Shopping ini tertuju pada satu nama PT yang tertera di lembaran lain di dalam amplop. PT Karisma Bahana G

Cerita Alvina Maya Devi di Rakit Gowa

Pada 17 Agustus 2020, tepatnya Hari memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75. Hari di mana para pahlawan berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Saya akan bercerita apa saja kegiatan yang saya lakukan hari ini. Pagi hari saya membantu ibu bersih-bersih dan memasak. Setelah pekerjaan selesai, saya menyaksikan melalui televisi upacara bendera memperingati hari Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Istana Merdeka.  Yang biasanya kita laksanakan dengan upacara bendera dan diramaikan lomba lomba dilingkungan tempat tinggal, kini kita hanya menyaksikan upacara bendera di televisi yang diselenggarakan di Istana Merdeka dengan menerapkan protokol kesehatan karena adanya COVID-19 ini. Setelah selesai, saya dan 6 orang teman Jurnalistik berkunjung ke Rakit yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya.  Di sana kami mendapat ilmu baru yang diberikan oleh Kak Galang.  Kami diajarkan mengenal Blog dan memotivasi agar kami lebih sering menulis. Menulis kejadian-kejadian yang dialami baik it

Cerita Widyasvira J. Ilbas di RAKIT Gowa

Senin, 17 Agustus 2020 Aku mengawali hariku dengan memasak nasi. Cuaca hari ini bisa dibilang bagus karena angin yang bertiup sejuk dan matahari yang cerah. Hari ini, bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, aku diajak oleh Kak Lisa selaku ketua organisasi Jurnalistik SMA Negeri 14 Gowa untuk mengunjungi Rumah RAKIT Gowa dengan tujuan untuk belajar bersama. Membaca Wattpad Sambil menunggu waktu untuk pergi, aku menyempatkan membaca beberapa part cerita di perpustakaan Wattpad ku. Tak terasa,waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi dan bundaku sudah selesai memasak. Aku membantu bundaku untuk menyiapkan makan pagi lalu aku, adikku, bundaku dan bapakku makan bersama. Setelah makan, aku membersihkan meja makan dan ikut menyaksikan acara TV yang menayangkan ucapara pengibaran bendera.Aku menonton sampai pukul 11.43 lalu segera bersiap-siap untuk pergi ke Rumah RAKIT Gowa. Baca juga: Tiga Perkara Aku berangkat dari rumah ke sekolah pukul 12.57 dan tiba pukul 13.04.

Syukuran 2 tahun Jariah Publishing

KAMI akan mengadakan acara terbatas untuk launching dan peringatan 2 tahun Penerbit Jariah Publishing pada Ahad, 23 Agustus 2020 sore.  Kegiatan ini sebagai bentuk syukuran atas apa yang kami raih sampai hari ini. Juga sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat akan kehadiran usaha kecil kami. Kami masih ingat bagaimana perjuangan membentuk perusahaan penerbitan buku. Pengurusan CV Mulai dari mengurus CV, mengurus NPWP, mengurus TDP, SITU, SIUP, Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Bayar Pajak (PBB), dll.  Setelah itu mendaftar di Perpustakaan Nasional RI sebagai penerbit. Proses ini juga tidak cepat. Kami bahkan sempat dua kali mendaftar sebab ada isian pada formulir pendaftaran yang mesti diganti. Semua ini diurus selama kurun waktu empat bulan lamanya (April hingga Agustus 2018) dan menghabiskan jutaan biaya. Tentu biaya paling banyak terkuras dalam pembuatan CV di Notaris  (dalam bahasa Belanda kepanjangan CV adalah Commanditaire Vennootschap, dalam bahasa kita berarti per

Saya

My photo
M. Galang Pratama
Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Anak dari Ibu yang Guru dan Ayah yang Petani dan penjual bunga.