Skip to main content

Arief Balla



PERTAMA, saya ingin ucapkan Selamat Ulang Tahun buat Arief Balla. 5 Juli 2020.

5 Juli lalu entah tahun berapa (intinya usianya sekarang masih 20-an), Arifuddin kecil lahir di sebuah tempat terpencil di Sinjai. 

Seperti yang pernah dia tulis, jika Anda ingin cari lokasi itu di peta, niscaya lokasinya tidak akan kelihatan. Namun entah kalau pakai bantuan aplikasi Google Maps.

Di tanggal 5 Juli ini ia mengumumkan sebuah Give Away berhadiah buku yang ia posting beberapa hari lalu di laman Instagram dan Facebooknya.

Ia memberi pertanyaan: cukup tuliskan tiga hal tentang merantau.

Nah, mengapa kata 'merantau' yang ia pilih? 

Sederhananya, mungkin karena seorang Arief ini sejak kecil sudah merantau. (Lihat halaman Tentang Penulis di buku Kepada Jauh yang Dekat, hlm 323);

atas keputusannya sendiri, ia merantau ketika hendak naik kelas empat SD.

Bayangkan, ia merantau dari Kabupaten Sinjai ke Kabupaten Bone Sulawesi Selatan -dengan keinginan sendiri-. 

Saya rasa, sejak SD, ia sudah berani mengambil keputusan seberat itu, tentu di usianya kini, ia sudah lebih terlatih dalam mengambil keputusan.

Hidupnya tidak berada dalam kemewahan. Meski beberapa keluarganya terpandang dan punya nama. Ia tetap ramah, bahkan kepada kami para juniornya di kampus saat itu hingga kini.

Saya masih ingat satu kejadian. Saat itu (15 April 2017) ia membawakan materi public speaking di sebuah gedung LT di kampus UIN Alauddin Makassar. kala itu ia hadir bicara bersama presenter TVRI Mar'atun Mardhiyah.

Saya diam diam masuk ke acaranya, duduk di bagian belakang agar tidak ketahuan olehnya. Tapi, selang beberapa waktu, saat ia membawakan materinya, ia menunjuk ke arah saya, dan mendekat ke kursi saya. 

Padahal saya tidak menyadari ia akan tahu kalau saya hadir di situ. Saya bukan siapa2 baginya bahkan hingga sekarang, saya belum terlalu akrab dengannya. 

Saya bukan sahabatnya yang tahu semua kisah hidupnya. 

Akhirnya, hari itu saya bisa kenal dengan kak Mar'atun, juga sebelumnya mengenal penulis Wirda Tri Hasfi lewat komunitas i-Brand.

Panggilan "Bro"

Dialah salah satu senior di kampus yang sewaktu awal chat wasap dengannya, dia menyuruh saya agar langsung memanggilnya dengan sapaan "Bro" (Brother, saudara). 

Ini tidak mudah. Di saat yang sama, ada banyak senior di kampus sampai kini yang hanya maunya dipanggil 'Kakanda', 'Kak' atau 'Senior'. 

Sedangkan sapaan seperti itu sudah tentu akan menimbulkan jarak.

Nah karena inilah, mungkin, Arief Balla disenangi oleh para juniornya, baik di dalam kampus maupun di luar kampus. (Arief Balla ini banyak penggemarnya, mulai dari Malaysia, Mesir, hingga Amerika).

Saya juga ingat, dan sebaiknya diketahui oleh banyak orang bahwa: 

"Salah satu bentuk apresiasi/penghargaan terbesar kepada penulis adalah dengan membeli bukunya."

Tahun 2015 silam, buku solo pertama saya terbit dan Arief Balla langsung memesannya, dan membayar di lokasi saat ia ketemu dengan saya, di Perpustakaan Kampus UIN Makassar.

Saat buku kami yang terbaru terbit (Literasi, Hoaks dan sejumlah esai lainnya), ia yang saat itu masih berada di USA, langsung memesannya dan minta disimpankan. 

Meski pun dia ini (di belakang layar) saya sudah mintai testimoni mengenai buku itu sebelum terbit yang artinya naskah saya itu sudah ia baca. Tapi nyatanya, ia ingin memiliki edisi cetak buku itu.

Lalu, saat dia datang ke Indonesia habis menyelesaikan Studi S2-nya di Illinois, USA, kami langsung ke tempatnya membawakan buku itu. Dan kamu tahu? Ia tetap membayarnya meski kami menolak. 

Ia minta nomor rekening saya lalu ia transfer di lokasi yang sama sebelum kami balik.

Seketika itu saya jadi terharu. Bagaimana mungkin ada orang baik seperti dia? #mengelapairmata

(Selain kepada Arief Balla, saya dan istri juga berterima kasih banyak kepada Jumadi Mappanganro karena saat kami berikan buku itu kepadanya, ia menolak untuk diberi gratis. Padahal, ya beliau juga ini orang yang banyak membantu terutama memberi catatan di halaman sampul belakang buku sederhana yang kami tulis itu).

Arief Balla sekarang mengulang tanggal lahirnya, entah ke berapa tahun.

Tentu, beberapa hari sebelum hari ini, ia mengisinya dengan banyak merenung. 

Entah merenungi apa, yang jelas tentu untuk kebaikan kebaikan masa depannya dan masa depan orang yang diam diam ia cintai.

Hmm.. 

Sepertinya sudah cukup saya bercerita tentangnya (mungkin lain waktu akan kulanjut lagi tulisan ini), selebihnya silakan kamu kepoi saja akun medosnya, atau tulis namanya di mesin pencari gugel. Namanya banyak tertulis di mana mana.

Dia orangnya aktif menulis di media dan menyampaikan isi hati dan idenya kepada publik.

Seperti penulis lainnya, Arief Balla sering merasa gelisah. Tapi berbeda dengan kebanyakan orang, ia aktif menulis non fiksi (jurnal, makalah, dan karya akademisi lainnya) dan di saat yang sama, ia juga sering menulis cerita fiksi, sehingga apa pun yang ia tulis, seperti esai atau opini akan enak dibaca seperti membaca tulisan esai di media Tempo (mungkin memang dia ini sering baca majalah Tempo saat pertamakali belajar menulis untuk media).

Dan pada akhirnya saya akan menyudahi tulisan ini dengan kabar bahagia:

Bukunya yang berjudul Kepada Jauh yang Dekat, mulai hari ini diumumkan bahwa:

Buku Kepada Jauh yang Dekat Diskon 20% selama bulan Juli 2020. 

Wow...😱

Kamu, yang belum punya buku ini bisa segera memesannya kepada saya atau langsung kepada penulisnya juga boleh atau melalui tautan di bawah ini? Tentu boleh dengan senang hati, silakan klik. 👇

bit.ly/bukuesai

Sekali lagi, terima kasih dan selamat mengulang hari lahir buat Arief Balla, pemuda inspiratif dari Sinjai, penulis keren, dan dosen Institut Parahikma Indonesia yang sebentar lagi akan meniqa (eh maksud saya mengambil S3nya di luar negeri).😁

Maafkan Bro Arief, jika tulisan ini agak berlebihan semoga bermanfaat buat teman teman yang membacanya.


Diskon Buku Kepada Jauh yang Dekat

Foto Arief Balla di Penerbit Jariah Publishing

Comments

Paling banyak dibaca

Empat Cara Agar Nama dan Foto Kamu Bisa Muncul di Mesin Pencari Google

BANYAK yang ingin melihat ketika namanya diketik di mesin pencari, maka yang muncul adalah foto dan tulisan tentang dirinya. Nah, bagaimana caranya agar foto dan tulisan tentang dirimu bisa muncul di halaman mesin pencari sekelas Google ? Coba perhatikan, mengapa artis dan penulis terkenal namanya bisa dengan mudah tampil di mesin pencari Google? Ya, jawabannya mudah, karena dia sudah dikenal, bukan? Namun bagaimana caranya buat kita yang belum terkenal? Caranya mudah sekali, coba klik nama "Muh. Galang Pratama" dan saksikan apa yang muncul. ( He he , daripada ambil contoh nama lain, mending pakai nama sendiri 😆😁). Beberepa cara yang sudah saya praktikkan dan kurang berhasil (#eh, maksudnya lumayan berhasil 😛), yaitu: Buat Blog dan Tulis tentang Keseharianmu Source: Diolah dari jpompey.com Kalian boleh saja membuat blog gratis dengan waktu lima menit. Ya, serius, hanya lima menit. Silakan klik  blogger.com  atau  wordpress.com.  (Tapi, saran jika ...

Sanggahan dan Klarifikasi PT. Karisma Bahana Gemilang terkait Tulisan di Personal Blog mengenai Easy Shopping

Logo Easy Shopping Dengan Hormat, Sehubungan dengan tulisan pada personal blog mengenai Easy Shopping oleh M. Galang Pratama pada tanggal 31 Agustus 2020 dengan judul "Om saya dan Amplop Easy Shopping" (di alamat blog  https://emjipi.blogspot.com/ 2020/08/easy-shopping-pt- karisma-bahana-gemilang.html ), dengan ini kami,  PT. Karisma Bahana Gemilang  (“Perusahaan”) menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:   Penjelasan Promosi Perusahaan 1.         Bahwa PT. Karisma Bahana Gemilang adalah suatu perusahaan yang didirikan menurut hukum negara Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian nomor 1, tanggal 11 Maret 2015, dihadapan Dita Okta Sesia, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta, berkedudukan di Wisma 77 Lantai 17, Jl. Letjend S. Parman Kav. 77, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat 11410;   2.         Bahwa Perusahaan bergerak di bidang perdagangan eceran melalui media katalog dengan pemesanan melalui po...

Cara Mudah Scan Dokumen dengan Google Lens Tanpa Aplikasi di Android

  Siang tadi (10 April 2023), sehabis dari Kantor Sindo Makassar mengambil koran, saya menuju Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Sulsel di jalan Sultan Alauddin.  Sesampai di lantai 2 saya menemui kawan kawan yang menjadi pegawai di dinas tersebut. Saya menyebut kawan, meskipun usia mereka jauh lebih senior, saya senang memanggilnya Kakak, karena mereka senang berbagi dan menghargai setiap anak muda yang menemuinya. Selain mengantar koran, saya juga mebawakan buku hasil cetakan salah satu pustakawannya. Sebelum saya balik, saya memberikan satu teknik scan dokumen yang mudah. Ternyata ini informasi yang baru bagi mereka. Saya tunjukkan caranya dan dengan mudah, mereka mengikuti dan senang bisa paham. Caranya Buka Google Chrome di Hp Di bagian atas kanan, terdapat logo Kamera, Klik Setelah itu muncul persetujuan, Klik Setujui Silakan Take/Foto dokumen atau halaman buku yang ingin discan. Klik Tengahnya seperti saat mengambil gambar Silakan blok tulisan yang ingin di...

Mahakarya Semen Tonasa, Kualitas Dunia dari Timur Indonesia ke Pelosok Negeri

WUJUD nyata estafet perjuangan bangsa terletak pada generasinya. Generasi yang cemerlang dilihat dari kreativitas dalam membangun negeri. Hal inilah yang diwujudkan oleh PT Semen Tonasa , yang menghasilkan karya terbaik hingga ke pelosok negeri. Kontribusi PT Semen Tonasa telah terlihat, karyanya terbentang dari Sabang sampai Merauke. PT Semen Tonasa yang lahir sejak 53 tahun lalu telah memperlihatkan wujud karyanya kepada dunia. PT Semen Tonasa telah terlibat langsung dalam proses pembangunan nasional.  Beberapa Mahakarya PT Semen Tonasa antara lain, 1. Bendungan Bili-Bili Gowa 2. Bendungan Balambano Sorowako 3. Menara Phinisi UNM Makassar 4. Bypass Camba, Maros-Bone 5. Underpass Mandai, Makassar 6. Jembatan Soekarno Manado 7. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar 8. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali 9. Monumen Mandala Makassar 10. Masjid Terapung Makassar 11.   Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Tak heran, ada begitu banyak karya...

Cerita Anak Pung Julung-julung; Beranilah, Seperti Namamu

Menceritakan Kembali Karya Nurmadia Syam , Beranilah, Seperti Namamu , dalam Buku Berjudul "Pung Julung-julung" diterbitkan oleh Penerbit de la macca kerjasama Balai Bahasa Sulawesi Selatan tahun 2017. Foto : Dokumen Pribadi -- I BARANI , seorang anak yang terlahir dari laut lepas yang luas. Ia serupa matahari yang garang dan berani. I Barani memiliki tiga orang kakak. Salah satu di antaranya adalah kembarannya. Kakak pertamanya bernama I Kassa. Punya sifat yang baik dan mendukung I Barani dalam segala hal. Lain halnya dengan kakak keduanya, bernama I Rewa. I Rewa, seorang lelaki dengan postur tubuh tinggi dan lincah. Tapi, kekurangannya karena ia mudah marah. "Bahkan ia tak segan beradu otot jika disanggah." (hal. 6) Selain kedua kakaknya itu, ia punya saudara kembar yang lahir lima menit lebih dulu dibanding dirinya. Namanya I Gassing. Orangnya baik, selalu memotivasi adiknya unuk selalu berani menghadapi tantangan. "Kau dinamai I Barani....

Ban Bocor dan Hari yang Mahal

PUKUL tiga sore pada Senin 15 Mei 2017, aku menyelesaikan tugas wajib kuliah yang tidak kelar kelar sejak 12 April silam. Aku memang demikian, malas mengerjakan tulisan ilmiah seperti skripsi. Draf yang sudah empat minggu lebih, akhirnya di-Acc oleh pembimbing satu, hari ini, tanpa melalui proses penyuntingan panjang. Barangkali kamu menyebutnya dengan istilah "pantul." (Entah dari mana istilah itu berasal; pantul bermakna corat coret yang diberikan oleh pembimbing). Bukan hal mudah untuk hari ini. Awalnya aku merasa pesimis. Bagaimana tidak, sudah pukul sebelas siang, di hari yang sama, aku baru memulai memperbaiki draf itu. Lalu selesai pukul dua siang. Kemudian aku memperbaiki printer, selama kurang lebih dua jam (maklum nggak punya duit buat nge -print tugas di warnet atau tempat fotokopi, jadi printer yang sedang rusak mau tidak mau harus diperbaiki). Setelah berusaha, dan akhirnya bisa, meski harus di -high printer- nya. Selanjutnya saat seda...

Apa itu "Mark Up"? | Penjelasan, contoh dan cara menghitungnya

Dulu, ketika tulisan saya terbit di kolom "Surat Pembaca Kompas" berjudul Jangan Revisi  edisi 31 Maret 2017, sekilas saya membaca isi surat pembaca lain di samping tulisan itu, judulnya Mengungkap "Mark Up" . Saat itu saya sama sekali tidak tahu apa arti dari kata "Mark Up" , saya pun tak punya rasa penasaran berlebih untuk mencari tahu frasa itu di mesin pencari daring. Akhirnya saya menghiraukannya.  Satu tahun berlalu. Saya bekerja di sebuah media. Menghadapi orang-orang mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas seperti pemegang jabatan pemerintahan. Mulai kepala desa, kepala dinas, bupati hingga anggota dewan. Saya bukan wartawan, saya hanya bekerja sebagai tukang cari iklan daring (online). Menawarkan ke orang  orang agar dirinya bisa dimuat di portal media daring.   Dari sini, saya baru tahu (atas pengalaman kerja yang baru beberapa bulan), arti dan maksud dari "mark up" itu. Akhirnya pikiran saya kembali ke awal tulisan ini. T...

Hari Anak Nasional di Makassar

Sumber Foto: Dokpri  @kampuspuisi/Twitter SAYA tiba di panggung Karebosi Makassar ketika jam menunjukkan pukul 08.00 pagi. Saya hendak menghadiri Hari Anak Nasional yang dipusatkan di Makassar. Saya masuk melewati tiga tenda kerucut. Pandangan saya dipenuhi banyak sekali anak sekolah. Ada yang berlari juga ada yang berjalan. Mereka sepertinya berkelompok kelompok, berdasarkan nama sekolahnya. Saya lalu berjalan lagi. Lebih dekat dengan sumber suara di panggung. Telingaku menangkap lagu "Lukisan Indonesia" dinyanyikan dari atas panggung. MC memandu acara dengan baik. Para peserta yang hadir di panggung utama, sengaja hanya diisi oleh anak anak. Saya berdiri sekitar 500 meter dari panggung utama. Di depan saya ada dua orang Polwan. Namanya Andi Afra dan Fitri. Saya baca di lengannya sebuah tanda kalau para Polwan itu berasal dari Polrestabes Makassar.  Selanjutnya, di panggung utama sedang ada teatrikal drama dari Siswa SMA se Kota Makassar.  ...

Galang, 23 Tahun Lalu

DUA PULUH TIGA tahun silam, telah lahir seorang bayi bernama Muhammad Galang Pratama. Nama itu merupakan pemberian dari ayahnya. Ketika sang ibu tengah berjuang melahirkan Galang, ayahnya masih berada di lokasi KKN. (Ini cerita Ibu, versi kakek Galang, awalnya ia diberi nama Muhammad Isra ) Arsip Bapak yang Terselip di Lemari Tua Tempat KKN Bapak berada di Kecamatan Galang. Di sebuah desa di Kabupaten Toli toli, Sulawesi Tengah. Itulah sebab namanya hingga kini, Galang. Yang berarti nama sebuah kampung di tempat ayahnya melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat. Sewaktu berada di Mamuju 2014 silam, Galang sempat menanyakan asal muasal pemberian namanya. Sontak ayahnya heran. Galang yang kala itu sedang dibonceng oleh ayahnya mendengar dengan terang perkataan ayahnya. "Kamu diberi nama Galang, karena saya dulu punya mimpi waktu masih muda mau mendirikan perusahaan dengan nama PT. Galang." "Terus, Pak?" "Tapi sayangnya, mimpi itu tid...

Contoh Mock Up Buku dan cara membuatnya

 Anda ingin membuat tampilan 3D mock up buku/cover/sampul seperti di bawah ini? Sangat mudah. Silakan ikuti langkah-langkah berikut ini. Cara Membuat Mock Up Buku atau Ebook Pertama buka websitenya: Klik  https://diybookcovers.com/3Dmockups/ atau ketik "Mock Up Diy" di Google Pencarian Selanjutnya Pilih Model Mock Up yang diinginkan Klik Next. Selanjutnya klik Browse untuk memasukkan gambar/cover Tunggu proses unggah selesai Klik Upload lalu Next Dan selesai. Tinggal Unduh Mock Up. Boleh anda pilih format PNG atau JPEG. Saya sarankan pilih format PNG. Sekian.

Saya

My photo
M. Galang Pratama
Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Anak dari Ibu yang Guru dan Ayah yang Petani dan penjual bunga.

Tayangan Blog