Spesialisasi Gender di Hari Lebaran

Kampuspuisi


LAKI LAKI itu datang sore hari. Mertuanya sudah menunggu sejak pukul satu siang.

Pekerjaan dan jalan yang macet menjadi alasan basi laki laki itu kepada ibu istrinya.

Ketika sampai, tak berselang lama, dilihatnya dua perempuan di rumah itu sedang sibuk menyiapkan makanan. Sang mertua perempuan dan adik ipar menguliti bawang merah.

Istri laki laki itu kemudian turut membantu. Perempuannya memotong kentang dan segala macam rempah rempah.

Laki laki itu ke tempat duduk. Tak lama berselang, tersedia makanan dan teh hangat di meja. Laki laki itu menyeruputnya.

-Interval-

Laki laki itu pun sibuk main hape. Melihat berita terkini yang hanya berisi pendapat orang orang di fesbuk. Orang orang sibuk dengan ucapan mohon maaf yang dikatakan berulang ulang.

Setiap hari lebaran tiba, ucapan kopi paste itu pasti dituliskannya kembali.

-interval-

Kembali ke perempuan yang bekerja di dapur.

Ibu dan dua anak perempuannya sudah hampir menyelesaikan makanan hari lebaran.

Malam pun tiba.

Makanan sudah jadi. Mereka semua makan malam.

Sang laki laki keluar dari peraduannya. Kembali makan.

Perempuan sudah meletakkan piring, mangkuk cuci tangan, gelas air minum dan tentu menu yang siap mereka santap bersama.

Mereka pun makan.

Sehabis makan, laki laki lalu keluar ke ruang tamu. Kembali memutar hapenya. Berselancar di dunia maya.

Perempuan kembali ke dapur. Ya, mereka memang sejak dari tadi di situ. Belum selesai. Piring, gelas dan mangkuk harus kembali dicuci. Belum lagi membersihkan sisa sisa makanan di lantai tempat mereka makan.

Laki laki itu sibuk. Ya sibuk sendiri dengan dunianya. Tak lama laki laki itu pun mengantuk lalu baring sebentar. Lima menit kemudian laki laki itu tak lagi sadarkan diri.

Para perempuan belum tidur.

Subuh pun datang dengan merangkak.

Laki laki itu bangun lebih awal. Membangunkan perempuan yang masih ingin lebih lama istirahat.

Laki laki itu mandi. Tak cukup 10 menit, laki laki itu sudah siap dengan pakaiannya yang sudah disetrika oleh perempuannya.

Perempuan ada yang masih sedang mandi, ada yang masih menyetrika dan ada yang sedang berpakaian sambil berusaha mencari alat yang bisa memolekkan wajahnya.

Setengah jam berlalu. Mereka sudah di lapangan. Siap laksanakan salat id.

Sepulang salat, perempuan kembali ke dapur. Sang laki laki ya, tetap di ruang tamu. Menanti makanan dan minuman bak tamu.

Kembali ke -Interval-


Perempuan kembali sibuk, hingga mereka kembali makan bersama. Lalu laki laki tidur, sampai perempuan kembali istirahat sebentar untuk mengambil tenaga buat melihat piring kotor yang tergeletak di dapur dan di atas meja ruang tamu.

Selesai.

Comments

Popular Posts