Skip to main content

Genk Kolombus dan Cerita Lainnya



Genk Kolombus


Rabu-Jumat (20-22/3/2019) adalah hari yang tak bisa kami lupakan begitu saja. Ada banyak kesan yang hadir di sana. Ini semacam hal yang tidak kami duga sebelumnya tapi benar benar terjadi.

Benar benar bahwa Tuhan akan memberikan rezeki-Nya kepada siapa pun, ketika orang orang betul telah membutuhkannya. Bahkan rezeki itu tak akan pernah kebalik.

Selasa, sehari sebelum acara Sosialisasi Program kerjasama Perpusnas RI & DPK Sulsel itu berlangsung, saya mendapat telepon langsung dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Ya saya diundang di acara tersebut. Di sini saya perlu menuliskan rasa terima kasih banyak kepada Bunda Nilma, Bunda Amriana, Bunda St. Aliah, dan para pegawai DPK Sulsel lain yang tak saya sebutkan namanya satu satu.

(Tapi saya perlu berterima kasih sekali kepada Bunda St. Aliah, karena telah memberikan satu-satunya kunci kamar hotel yang 'single', sebuah kamar yang tempat tidurnya cuma satu, sehingga saya dan istriku pun bisa tidur lebih anu lagi) 😮.


Selanjutnya saya perlu berterima kasih kepada Duta Baca Sulawesi Selatan, Rezky Amalia Syafiin, karena telah menhubungi ainun untuk bisa ikut serta di acara tersebut. (Meskipun, menurut pengakuannya, memang orang-orang yang ikut itu benar-benar telah ditunjuk, karena ia telah menelepon lebih dari sekali kepada seluruh teman-teman yang ada di grup Duta Baca Sulsel, tapi lebih banyak mereka tak merespon. Ada yang merespon, tapi sayangnya sudah terlambat. Sehingga jawaban Rezky pun pada mereka yang terlambat merespon itu hanyalah hal-hal garing yang sebetulnya baru diciptakan saat itu).

Singkat cerita, tanpa bermaksud mempersingkat waktu, saya dan ainun pun tiba di lokasi acara. Tapi kami agak terlambat datang. beberapa teman sudah berada di lokasi sejak jam 12.30 siang, sedangkan kami baru tiba pada jam 2.30 siang menjelang sore.

Ketika masuk di lokasi acara, kami pun seketika bertemu dengan teman-teman yang pernah ikut seleksi Duta Baca Sulsel tahun 2018 lalu.

Tak lama, saya, ainun, rezky amalia syafiin, reski indah sari dan dimas akhirnya berkumpul. Membentuk formula kursi dan terakhir setelah acara pembukaan, kami pun berada di ruang maya, ya salah satu di antara kami membikin grup wasap. Grup yang akan menjadi bukti kisah bersejarah yang kami alami di hotel selama tiga hari dua malam itu.
Wasap grup kolombus



Begini cerita-cerita itu.

Pertama, cerita anu datang dari malam kamis. Saat itu, malam pertama kami di hotel, kami ingin pergi menuju lounge hotel, berniat melihat pemandangan luar dari atas hotel. 

Tiba-tiba, karena saat di lift kami tak bisa memencet lantai paling atas, yaitu lantai 22, akhirnya kami memencet lantai tertinggi yang bisa dipencet. Saya pun memencet lantai 20. Dan alangkah kagetnya kami pas keluar dari pintu lift. 

Kami tiba pas di depan papan kecil bertuliskan "18+" beserta pemandangan yang anu. Ya, ada seorang wanita dengan pakaian yang begitu mini(m)

Akhirnya tanpa banyak bicara (karena teman-temanku adalah guru-guru ngaji), kami pun seketika menuju lift dan tak begitu lama, kami yang berlima tiba di kamar 1211. Kamar tempat saya dan istri. Dan di situlah kami menghabiskan malam (yang) pertama.


Cerita lain datang dari teman kami bernama Dimas. Ia selalu mengisahkan teman kamarnya yang anu. Ya begitulah.. dia kurang suka dengan bau dan kebiasaan orang itu, yang kata Dimas "Itu bukan saya banget".

Di malam terakhir, lagi lagi sebuah peristiwa terjadi. Malam itu, ketika acaranya telah selesai, saya dan tiga perempuan lainnya masih tetap asyik duduk di kursi tempat makanan berada. Anda tahulah, kami sudah meresmikan sebuah genk. Namanya 'kolombus'. Kepanjangannya kelompok bungkus-bungkus.

Ya, barangkali kami meniru mama-mama kita, yang punya kebiasaan mmbungkusi makanan/kue ketika pulang pesta pernikahan di kampung. Dan itu kami terapkan di hotel, saudara saudara.

Tapi, rupanya bukan cuma perempuannya yang lihai, saya juga belajar turun langsung (mbak ekis, tolong jangan unggah videonya ya.. hhe).

Ada teknik yang kami gunakan malam itu. Kami berjalan menuju tempat menu berada, dan berjalan seperti ingin mengambil makanan, menaruhnya di piring, lalu pas tiba di meja, kami langsung masukkan ke tupperware. Bahkan di akhir proses itu, ada seorang ibu yang memperhatikan langkah kami, akhirnya...

Dia mengeluarkan kantong kresek dari tasnya, dan memberikannya kepada kami. Kami pun tak tinggal diam. Ambil kue dan buah lagi, lalu bawa ke kamar.

(Akhir dari cerita ini, ternyata sekembalinya kami di kamar masing-masing, kami tak jadi ngumpul memakan kue itu. Akhirnya saya masukkan saja ke kulkas, dan membawanya pulang ke rumah keesokan harinya untuk dimakan bersama tetangga, tetangga yang lebih rempong karena dengan pedenya menitip pesan sebelum kami nginap di hotel:

"jangan lupa membungkus!")

ahhh..

Semoga suatu waktu di masa yang akan datang, ada lagi pertemuan-pertemuan serupa. Mungkin dengan orang yang berbeda, atau tetap dengan orang yang sama? siapa takut. Genk kolombus akan tetap ada di mana saja.

(Jika ada cerita yang belum dituliskan di sini, silakan lanjutkan komentarmu di bawah ya😅)

Comments

  1. Meskipun tanpa banyak bicara, barangkali ada keanuanuan nyelip kala telah melewati keanuanuan. Hihihihi apa fenomena bungkus-membungkus kayak gini cuma ada di +62? Terima kasih untuk artikelnya Pak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Barangkali itu betul. Keanuanuan yang menjadikannya demikian. Saya meyakini fenomena ini jg terjadi di negara tetangga. Haha. Makasih sudah berkunjung, ding.

      Delete
  2. Haha. Ini aktivitas banyak ibu ibu saat berada di pesta perkawinan.. Sekarang menyentuh hingga anak muda ya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Paling banyak dibaca

Empat Cara Agar Nama dan Foto Kamu Bisa Muncul di Mesin Pencari Google

BANYAK yang ingin melihat ketika namanya diketik di mesin pencari, maka yang muncul adalah foto dan tulisan tentang dirinya. Nah, bagaimana caranya agar foto dan tulisan tentang dirimu bisa muncul di halaman mesin pencari sekelas Google ? Coba perhatikan, mengapa artis dan penulis terkenal namanya bisa dengan mudah tampil di mesin pencari Google? Ya, jawabannya mudah, karena dia sudah dikenal, bukan? Namun bagaimana caranya buat kita yang belum terkenal? Caranya mudah sekali, coba klik nama "Muh. Galang Pratama" dan saksikan apa yang muncul. ( He he , daripada ambil contoh nama lain, mending pakai nama sendiri 😆😁). Beberepa cara yang sudah saya praktikkan dan kurang berhasil (#eh, maksudnya lumayan berhasil 😛), yaitu: Buat Blog dan Tulis tentang Keseharianmu Source: Diolah dari jpompey.com Kalian boleh saja membuat blog gratis dengan waktu lima menit. Ya, serius, hanya lima menit. Silakan klik  blogger.com  atau  wordpress.com.  (Tapi, saran jika ...

Om saya dan amplop easy shopping

SORE yang dingin, om saya dengan buru buru turun dari motornya. Ia membuka amplop yang bertuliskan namanya. Om mendapat amplop itu di kantornya. "Hanya ada satu nama Muhtar di kantor, itu saya," ujarnya Senin (31/08/2020). Lalu ia membuka paket yang di luarnya dibungkus dari kantongan berwarna hitam itu.  Ia mendapat kupon hadiah senilai 1 miliar. Tertera di amplop itu. Easy Shopping P.O. Box 6688, Slipi Jakarta Barat 11410 Di bawahnya ada tulisan warna merah tertulis:  NOMOR KEMENANGAN DISETUJUI Dengan font huruf kapital semua dan berwarna merah. Di bawahnya lagi tertulis  "Pengiriman bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia" ANEHNYA Di belakang amplop, ada alamat website. www.easyshopping.id. Yang kalau Anda ketik di pencarian, tidak akan ketemu. Website rusak! Tak dapat ditemukan.  (Kok perusahaan tidak punya website?) pikir saya dalam hati.  Apalagi, merk Easy Shopping ini tertuju pada satu nama PT yang tertera di lembaran lain di dalam amplop. PT Karisma Baha...

Sanggahan dan Klarifikasi PT. Karisma Bahana Gemilang terkait Tulisan di Personal Blog mengenai Easy Shopping

Logo Easy Shopping Dengan Hormat, Sehubungan dengan tulisan pada personal blog mengenai Easy Shopping oleh M. Galang Pratama pada tanggal 31 Agustus 2020 dengan judul "Om saya dan Amplop Easy Shopping" (di alamat blog  https://emjipi.blogspot.com/ 2020/08/easy-shopping-pt- karisma-bahana-gemilang.html ), dengan ini kami,  PT. Karisma Bahana Gemilang  (“Perusahaan”) menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:   Penjelasan Promosi Perusahaan 1.         Bahwa PT. Karisma Bahana Gemilang adalah suatu perusahaan yang didirikan menurut hukum negara Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian nomor 1, tanggal 11 Maret 2015, dihadapan Dita Okta Sesia, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta, berkedudukan di Wisma 77 Lantai 17, Jl. Letjend S. Parman Kav. 77, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat 11410;   2.         Bahwa Perusahaan bergerak di bidang perdagangan eceran melalui media katalog dengan pemesanan melalui po...

Cara Mudah Scan Dokumen dengan Google Lens Tanpa Aplikasi di Android

  Siang tadi (10 April 2023), sehabis dari Kantor Sindo Makassar mengambil koran, saya menuju Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wilayah Sulsel di jalan Sultan Alauddin.  Sesampai di lantai 2 saya menemui kawan kawan yang menjadi pegawai di dinas tersebut. Saya menyebut kawan, meskipun usia mereka jauh lebih senior, saya senang memanggilnya Kakak, karena mereka senang berbagi dan menghargai setiap anak muda yang menemuinya. Selain mengantar koran, saya juga mebawakan buku hasil cetakan salah satu pustakawannya. Sebelum saya balik, saya memberikan satu teknik scan dokumen yang mudah. Ternyata ini informasi yang baru bagi mereka. Saya tunjukkan caranya dan dengan mudah, mereka mengikuti dan senang bisa paham. Caranya Buka Google Chrome di Hp Di bagian atas kanan, terdapat logo Kamera, Klik Setelah itu muncul persetujuan, Klik Setujui Silakan Take/Foto dokumen atau halaman buku yang ingin discan. Klik Tengahnya seperti saat mengambil gambar Silakan blok tulisan yang ingin di...

Ban Bocor dan Hari yang Mahal

PUKUL tiga sore pada Senin 15 Mei 2017, aku menyelesaikan tugas wajib kuliah yang tidak kelar kelar sejak 12 April silam. Aku memang demikian, malas mengerjakan tulisan ilmiah seperti skripsi. Draf yang sudah empat minggu lebih, akhirnya di-Acc oleh pembimbing satu, hari ini, tanpa melalui proses penyuntingan panjang. Barangkali kamu menyebutnya dengan istilah "pantul." (Entah dari mana istilah itu berasal; pantul bermakna corat coret yang diberikan oleh pembimbing). Bukan hal mudah untuk hari ini. Awalnya aku merasa pesimis. Bagaimana tidak, sudah pukul sebelas siang, di hari yang sama, aku baru memulai memperbaiki draf itu. Lalu selesai pukul dua siang. Kemudian aku memperbaiki printer, selama kurang lebih dua jam (maklum nggak punya duit buat nge -print tugas di warnet atau tempat fotokopi, jadi printer yang sedang rusak mau tidak mau harus diperbaiki). Setelah berusaha, dan akhirnya bisa, meski harus di -high printer- nya. Selanjutnya saat seda...

Apa itu "Mark Up"? | Penjelasan, contoh dan cara menghitungnya

Dulu, ketika tulisan saya terbit di kolom "Surat Pembaca Kompas" berjudul Jangan Revisi  edisi 31 Maret 2017, sekilas saya membaca isi surat pembaca lain di samping tulisan itu, judulnya Mengungkap "Mark Up" . Saat itu saya sama sekali tidak tahu apa arti dari kata "Mark Up" , saya pun tak punya rasa penasaran berlebih untuk mencari tahu frasa itu di mesin pencari daring. Akhirnya saya menghiraukannya.  Satu tahun berlalu. Saya bekerja di sebuah media. Menghadapi orang-orang mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas seperti pemegang jabatan pemerintahan. Mulai kepala desa, kepala dinas, bupati hingga anggota dewan. Saya bukan wartawan, saya hanya bekerja sebagai tukang cari iklan daring (online). Menawarkan ke orang  orang agar dirinya bisa dimuat di portal media daring.   Dari sini, saya baru tahu (atas pengalaman kerja yang baru beberapa bulan), arti dan maksud dari "mark up" itu. Akhirnya pikiran saya kembali ke awal tulisan ini. T...

Habibie

*PESAN PROF. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf HABIBIE Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar.  Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha. Dalam sebuah wawancara, beliau pernah bilang “Percuma Anda memiliki IQ tinggi tapi pemalas. Yang penting adalah Anda sehat dan mau berkorban meraih apa yang diinginkan”. Kalimat Pak  Habibie ini mengajarkan pada kita bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya faktor penentu kesukesan. Ada faktor lain yang lebih penting yakni: 1. Kerja keras Sepintar dan secerdas apapun seseorang kalau dia tidak memiliki totalitas dalam mengejar mimpinya maka itu semua akan percuma. Jadi bagi anak muda yang sedang gencar mewujudkan cita-cita bekerjalah secara sungguh-sungguh. Karena meskipun kamu pintar tapi kalau tak mau kerja keras maka kesuksesan pasti akan menjauh. Headline The Jakarta Post (12/9/2019) 2. Jangan pernah berhenti mengejar yang kamu impikan meski apa yang di...

Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika UIN Gelar Pelatihan Jurnalistik

  WARNASULSEL.com  – HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Fisika UIN Alauddin Makassar mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang bertema “Membangun Jiwa Penulis dengan Mengembangkan Kemampuan Bermedia Mahasiswa Fisika di Era Digital” di ruang LT Fakultas Sains dan Teknologi, Jumat (14/4/2023). Kegiatan ini dalam rangka untuk menambah wawasan para peserta tentang kepenulisan sastra maupun kepenulisan artikel, berita, dan lainnya. Mengundang pemateri Muh Galang Pratama,  editor in chief   Penerbit Jariah Publishing  dan Astiti Nuryanti, Mahasiswa yang juga pengurus Himpunan Bidang Kaderisasi dan Pengembangan SDM. Selengkapnya baca di sini.

Mahakarya Semen Tonasa, Kualitas Dunia dari Timur Indonesia ke Pelosok Negeri

WUJUD nyata estafet perjuangan bangsa terletak pada generasinya. Generasi yang cemerlang dilihat dari kreativitas dalam membangun negeri. Hal inilah yang diwujudkan oleh PT Semen Tonasa , yang menghasilkan karya terbaik hingga ke pelosok negeri. Kontribusi PT Semen Tonasa telah terlihat, karyanya terbentang dari Sabang sampai Merauke. PT Semen Tonasa yang lahir sejak 53 tahun lalu telah memperlihatkan wujud karyanya kepada dunia. PT Semen Tonasa telah terlibat langsung dalam proses pembangunan nasional.  Beberapa Mahakarya PT Semen Tonasa antara lain, 1. Bendungan Bili-Bili Gowa 2. Bendungan Balambano Sorowako 3. Menara Phinisi UNM Makassar 4. Bypass Camba, Maros-Bone 5. Underpass Mandai, Makassar 6. Jembatan Soekarno Manado 7. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar 8. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali 9. Monumen Mandala Makassar 10. Masjid Terapung Makassar 11.   Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Tak heran, ada begitu banyak karya...

Kilas Balik: Sebuah Ingatan yang Belum Tentu Berguna

Mei dan hari ini mengingatkan banyak orang tentang sebuah kenangan dua dekade silam. Peristiwa apa gerangan? Ya, 1998 menjadi tahun ini abadi di ingatan sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab saat itulah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, turun dari takhtanya. Source: Postingan akun IG @potret_lawas Sampai-sampai Koran Nasional Amerika Serikat, The New York Times , edisi 21 Mei 1998, menjadikan berita itu sebagai headline . Koran itu juga menulis judul besar dengan huruf kapital: "SUHARTO, BESIEGED, STEPS DOWN AFTER 32-YEAR RULE IN INDONESIA" Apa yang menarik dengan ingatan itu di hari ini? Secara sadar kita diingatkan tentang sebuah tuntutan yang saat itu disampaikan oleh beberapa Mahasiswa yang (masih) mewakili (suara) masyarakat. Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan terbesar saat itu ialah: Penegakan Supremasi Hukum Pemberantasan KKN Mengadili Soeharto dan para kroninya Amandemen Konstitusi Pencabutan Dwifungsi ABRI Pemberian Oton...

Saya

My photo
M. Galang Pratama
Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Anak dari Ibu yang Guru dan Ayah yang Petani dan penjual bunga.

Tayangan Blog