Saya paling senang menunggu. Jika yang kutunggu adalah hal pasti. Saya sudah dilatih menunggu sejak kecil. Menunggu antrean minyak tanah yang langka sampai menunggu ibu yang sedang bersalin ketika ingin melahirkan adikku. Sebab saya yakin, dalam hal menunggu ada manfaat yang membuat diri kita menjadi lebih tahan. Di situ kita diajar tentang kesabaran dan menerima apa yang seharusnya terjadi. Kini saya kembali merasakan itu. Ada kesenangan tersendiri saat saya menunggu. Menunggu kekasih pulang kuliah. Hingga menunggu istriku selesai belajar. Dulu, kekasihku kutunggu di sebuah masjid kampus. Saya memanfaatkan menunggu itu dengan menulis. Akhirnya hampir tiap hari menunggu, begitu juga tulisanku yang jadi di microsoft office one note. Sekarang di tempat belajar Istriku, ada banyak buku. Di situlah seninya. Banyak hal bermanfaat yang bisa "jadi". Karena di waktu menunggu, ada peluang untuk berpikir jernih. Memikirkan hal yang sebelumnya kita abaikan dan tak mampu kerjakan. Nah sejak saya menyadari seni itu, saya tak pernah lagi menyesal untuk menunggu. Karena kesadaranku penuh, saya akan menunggu hal pasti terjadi. Ya, tak ada yang tidak pasti dalam menunggu.
PUKUL tiga sore pada Senin 15 Mei 2017, aku menyelesaikan tugas wajib kuliah yang tidak kelar kelar sejak 12 April silam. Aku memang demikian, malas mengerjakan tulisan ilmiah seperti skripsi. Draf yang sudah empat minggu lebih, akhirnya di-Acc oleh pembimbing satu, hari ini, tanpa melalui proses penyuntingan panjang. Barangkali kamu menyebutnya dengan istilah "pantul." (Entah dari mana istilah itu berasal; pantul bermakna corat coret yang diberikan oleh pembimbing). Bukan hal mudah untuk hari ini. Awalnya aku merasa pesimis. Bagaimana tidak, sudah pukul sebelas siang, di hari yang sama, aku baru memulai memperbaiki draf itu. Lalu selesai pukul dua siang. Kemudian aku memperbaiki printer, selama kurang lebih dua jam (maklum nggak punya duit buat nge -print tugas di warnet atau tempat fotokopi, jadi printer yang sedang rusak mau tidak mau harus diperbaiki). Setelah berusaha, dan akhirnya bisa, meski harus di -high printer- nya. Selanjutnya saat seda...